bismillahirrahmanirrahim
Wednesday, January 12, 2011
Thats What Friends Are For
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Well you came in loving me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
Oh and then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember
Thursday, December 23, 2010
mempersiapkan kepedulian
Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga,
adalah satu indikator bahwa kita, AKU, diminta untuk banyak mendengar
daripada berbicara...
aku punya facebook
aku punya twitter
aku punya friendster d zaman dulu
aku juga tentu punya yahoo
yang kesemuanya ternyata melatih kita untuk banyak berbicara
banyak berkomentar
banyak menanggapi
tentang banyak hal di sekitar kita
dari mulai yang paling penting
sampai hal-hal yang sama sekali tidak penting untuk orang lain menyimaknya
*dalam hal ini aku bukan orang yang sedang anti teknologi
hanya butuh sedikit waktu untuk mencoba tidak peduli
apa yang sedang orang lain rasakan
siapa yang sedang gembira karena tim nya masuk final
atau apa yang terjadi pada sebuah perjalanan jauh seseorang di dalam kereta ekonomi
kepedulianku hanya sedang ingin beristirahat
sejenak,
tidak akan lama
dan kemudian aku akan menyusun kembali kepedulian itu
setelah hibernasinya
aku pastikan dia akan jauh lebih baik
tidak hanya sekedar mampu membaca,
tapi pula akan sanggup mendengar lebih lama
menyimak lebih banyak
simpati dengan hati
empati dengan tulus
dan berharap ada sedikit saja
tidak terlalu banyak yang aku harapkan
hanya sedikit....
yang kemudian merasa didengar
lega karena ada bahu yang cukup tersedia untuk sekedar bersandar bahkan menangis
nyaman untuk kepedulian indah yang begitu tulus mengalir
dan pada akhirnya
ada interaksi yang lebih menenteramkan
untuk siapapun....
Wednesday, December 22, 2010
aku harus sembunyi dulu
bersembunyi dulu
menghindar dulu
kadang aku butuh sendiri
tanpa siapapun
satu orang pun
kadang aku hanya ingin sendiri
dan berkenalan lebih jauh dengan diriku sendiri
yang ternyata masih belum aku kenal baik
ya,,semoga ini salah satu pilihan terbaik
dengan tidak menghadirkan diriku
diantara kesibukan mereka
yang begitu baik padaku
sementara aku belum bisa sebaik itu pada mereka
aku sedih
aku gelisah
aku khawatir
dan aku tw aku salah
tapi aku tidak mampu memperbaiki semuanya
maka aku lebih memilih untuk DIAM
dalam kesendirian
Thursday, December 9, 2010
usang
blog ud lama g diusilin
twitter ud lamaaa banget g ditengok
milis esia ud lama pula g ngerti, dan g update
yahoo mail g rajin2 diberesin, yg ada jadinya tiap kali buka email malah abis bwt delete2 inbox..
dan.....hari ini aku kembali.
sepertinya blog ku kesepian...
twitterku blm smpet aku tengok, jangan2 ud expired. rest in peace....
milis,,bener2 ud ketinggalan info...
yahoo mail, alhamdulillah g ngambek, jd msh mw diajak delete2...hehe
dunia tanpa internet emang kerasa hampa...
*belakangan baru ngeh kalo sudah jd manusia yg addicted sm inet...hmmm
maaf y temen2 inetku...kalo belakangan Teu Kaurus,,,hehe:)
Friday, November 19, 2010
tentang kehilangan part II
pernah aku menanggapi seorang yang bercerita padaku, bahwa pada dasarnya kita tidak pernah mengalami kehilangan apapun dan siapapun dalam hidup, karena hilang atau perginya sesuatu dan seseorang sebetulnya akan segera digantikan dengan yang jauh lebih baik dari yang hilang itu. dan itu memang cukup manjur untuk mengobati rasa kehilangan seseorang terhadap sesuatu atau seseorang yang lain....
kenyataan yang saat ini aku hadapai....AKU SEDANG MERASA KEHILANGAN....
dan tidak semudah yang aku ucapkan pada mereka, rasa kehilangan itu ternyata membawa diri pada seringnya berangan-angan, dan hal lain yang menurutku tidak produktif....
menyadari itu, sepertinya aku perlu MENATA ULANG HIDUPKU...
Wednesday, September 29, 2010
masih seputar memilih
Wednesday, September 1, 2010
buat ayahku...
Kalo ni boleh memilih, sebenernya ni lebih nyaman kalo bapak jadi orang biasa saja
Yang punya waktu kapan pun untuk sekedar sms atau telpon walopun cuma 3 menit
Terus kalo ni boleh memilih, tentu ni lebih pengen bapak jadi guru biasa atau jadi PNS seperti biasa kayak dulu, yang selalu sempet ngajak ade jalan-jalan sore sekedar cuci mata atau ngabuburit cari bakso buat buka puasa
Apalagi kalo ni boleh memilih, pasti ni lebih milih bapak cukup jadi bapak buat ni, teteh, sama ade-ade, yang kalo malem suka sering nonton tv bareng di ruang tengah, mulai dari berita sampe sinteron…yang penting nontonnya bareng-bareng, karena pada momen-momen itu biasanya kita suka sambil diskusi ringan
Hmm…kalo saja ni masih boleh memilih, ni bakal milih untuk jadi anak seorang pensiunan yang menghabiskan waktu untuk kegiatan-kegiatan sosial, jadi kalo sore ni kebetulan ada di rumah kita masih bisa jalan-jalan. Karena saat-saat dibonceng bapak sambil jalan-jalan itu biasanya mengalir banyak sekali cerita yang pasti ada hikmahnya buat ni
Tapi…
Ni sadar, bahwa hidup bukan sekedar menuruti apa yang kita inginkan untuk kita pilih
Terkadang hidup menuntut kita untuk mampu dan bahkan mau menjalani semua pilihan yang seringkali malah tidak pernah ada dalam daftar pilihan kita
Sepenuhnya ni sadar, bahwa bapak ni adalah orang hebat yang ternyata tidak cukup menjadi ayah bagi keluarga kecilnya saja. Di luar sana banyak anak-anak lain yang juga membutuhkan bapak, paling tidak untuk memastikan bahwa mereka bisa hidup dengan nyaman tanpa gangguan
Dan sekali lagi ni sadar, bahwa kita hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain yang secara sadar ataupun tidak kita akan saling membutuhkan selama kehidupan ini berjalan
Kali ini ni mula belajar untuk sadar,
Bahwa kehidupan kita akan sangat bermakna jika kita mampu dan mau berbagi dengan siapapun, dengan segala keterbatasan yang kita miliki, berbagi menjadi satu hal yang menambah kemuliaan hidup kita, karena itu ni akan belajar untuk rela berbagi cinta dengan orang lain, cinta seorang ayah yang kini juga harus mencintai rakyatnya…
Mudah-mudahan selanjutnya ni tidak pernah bosan untuk sadar, bahwa ni sama sekali tidak berhak untuk protes atas tugas mulia yang bapak emban untuk melayani rakyat sebagaimana bapak menyayangi ni dan anak-anak bapak yang lain…
Maaf untuk semua protes-protes ni selama ini,
Itu Cuma ungkapan kehilangan seorang anak yang merasa ada sedikit perbedaan dengan ayahnya saat ini
Semoga bapak tidak merasa itu jadi sebuah beban dan tuntutan yang menguras fikiran dan energi….
Terima kasih untuk banyak hal, banyak hal yang sampai saat ini belum sedikit pun bisa ni balas…
I love you bapak…